Es Teh Sebagai Minuman Favorit

es tehEs teh tercipta pada 1879. Seorang pekerja rumah tangga dari Old Virginia, Marion Cabell Tyree menerbitkan sebuah resep penyajian teh yang cukup unik pada saat itu. Dalam resep tersebut Marion meminta pembaca untuk merebus daun teh hijau dan direndam sepanjang hari. “Isi gelas dengan es, masukkan dua sendok teh gula pasir, dan tuangkan teh di atas es dan gula,” tulis Marion. Resep Marion sukses besar, wilayah selatan Amerika Serikat semakin menjadikan es teh sebagai minuman populer yang sederhana untuk disajikan. Tak mau kalah, wilayah utara Amerika juga mengklaim dirinya sebagai penemu es teh. Seorang kepala sekolah memasak di Boston, Mary Lincoln menciptakan resep es teh dingin untuk dituangkan ke dalam gelas yang berisi es batu, lemon, dan dua gula batu. Akan tetapi, es teh baru bisa tersebar di seluruh penjuru dunia setelah dikomersilkan pada 1904 melalui acara World’s Fair, di St Louis, New York. Festival yang diadakan pada musim panas tersebut menciptakan peluang bagi es teh menjadi idola orang-orang di sana.

Siapa yang enggak kenal dengan teh manis, minuman sejuta umat yang sering ditemukan di warung-warung makan di Indonesia masih menjadi idola. Rasanya khas teh manis, ditambah potongan es batu dijamin bakal bikin dahaga kamu hilang seketika. Pada 2018 saja, Indonesia menduduki peringkat ke-14 negara dengan konsumsi teh terbesar. Selain itu teh asli Indonesia juga mampu menguasai 1,38 persen pangsa pasar ekspor teh dunia. Pola konsumsi teh di Indonesia juga mengandalkan teh kemasan dalam botol. Berbagai merek teh dingin hadir dengan total konsumsi mencapai 2 miliar liter atau sebanyak 1,07 pon daun teh per orang selama setahun. Ada banyak pertimbangan mengapa es teh manis selalu menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Pertama es teh sangat mudah untuk dibuat, kamu hanya membutuhkan air hangat, teh dan gula untuk menyajikan satu gelas es teh manis.

Kedua, harga yang kompetitif.  Es teh bisa kamu dapatkan di berbagai tempat makan/minum dengan harga bervariasi. Apabila kamu membelinya di warteg atau warkop, satu gelas es teh dihargai Rp4.000 –Rp10.000. Harga Rp15.000-Rp20.000 per gelas juga bisa didapatkan di restoran kelas menengah hingga besar. Sejarah daun teh telah tersaji sejak beribu tahun lalu. Hikayat es teh manis lahir secara tidak sengaja, pada 1795. Negara bagian Amerika Serikat, South Carolina adalah satu-satunya koloni di Amerika yang memproduksi tanaman teh sebagai tanaman yang dikomersilkan. Bibit dari perkebunan teh tersebut pertama kali dibawa oleh Andre Michaux, seorang penjelajah dan botanis asal Prancis yang tiba di South Carolina pada 1700-an. Perkembangan teh di AS secara tidak langsung mengembangkan variasi penyajian teh.

Lahirnya es teh di festival tersebut sebenarnya adalah sebuah kekeliruan. Komisaris Teh India, Richard Blechynden awalnya menawarkan teh panas gratis kepada semua orang. Akan tetapi karena panas yang hebat, Blechynden dan timnya mengambil sajian teh panas tersebut dan dikumpulkan menjadi satu di sebuah botol besar dan mengisinya dengan es. Es teh gratis tersebut disambut meriah oleh peserta festival dan sekaligus memperlihatkan bahwa es teh adalah minuman musim panas yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *