KUNCI KEBERHASILAN SDG’S

Salah satu hambatan dalam penerapan  MDG’S 2015 adalah kurangnya partisipasi publik. Inisiatif yang dilakukan untuk memenuhi tantangan MDG’S masih berkutat pada kalangan High Level dan belum merata secara Grassroot. Sebagai bentuk evaluasi dan berkelanjutan SDG’S (Sustainable Development Goals) menjadi peluang untuk membawa perubahan yang lebih besar.

Bersamaan dengan target pembangunan berkelanjutan SDG’S 2030, Indonesia pada tahun 2020-2030 mengalami bonus demografi, di mana negara ini akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sementara yang tidak produktif berkurang menjadi 60 juta jiwa.                       Terlepas dari berbagai peluang tersebut, pemuda pada era millennial ini menghadapi berbagai tantangan. Berproses dan beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang  akan membentuk kepribadian pemuda di masa depan. Namun sangat disayangkan,  banyak pemuda yang menghabiskan waktu untuk kegiatan yang kurang bermanfaat atau bahkan dalam hal-hal yang berdampak negatif. Menurut data yang disajikan Kementrian Pemuda dan Olahraga di tahun 2009, 62, 6 juta jiwa atau 27,4% dari total penduduk Indonesia melewatkan masa mudanya dengan sia-sia.

Dalam menyikapi permasalahan tersebut, sebenarnya pemerintah dan instansi swasta telah berupaya dengan membentuk kelompok pemuda seperti karang taruna serta berbagai komunitas pemuda yang pada intinya bertujuan untuk meningkatkan kontribusi pemuda dalam pembangunan masyarakat. Komunitas merupakan salah satu wadah dimana pemuda bisa berpartisipasi secara aktif bersama pemuda lainnya. Bahkan tidak hanya berpartisipasi, pemuda juga bisa mengembangkan potensi diri sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kerjasama dari berbagai kalangan untuk menyelesaikan berbagai masalah termasuk dalam misi mewujudkan SDG’S 2030.

Namun dalam praktiknya, masih banyak pemuda yang kesulitan untuk menemukan peluang untuk berkontribusi melalui komunitas. Banyak yang ingin ikut serta namun tidak tahu harus memulai dari mana.

Permasalahan lainnya adalah tentang passion. Banyak pemuda yang tidak mengetahui tentang passion mereka. Passion merupakan satu hal yang penting dalam berkomunitas karena seperti yang dikatakan Rahmadsyah bahwa passion akan melahirkan pemikiran, jiwa dan perasaan dalam melaksanakan aktivitas. Hal ini bermaksud bahwa passion akan melahirkan ide-ide luar biasa saat berada dalam aktivitas (tempat) yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *