Pengertian Esofagitis, Penyebab dan Juga Penyembuhan

Pernahkah anda mendengar penyakit esofagitis, pasti lumayan asing di telinga anda bukan, sedikit pengertian yang mudah tentang  esofagitis adalah peradangan pada lapisan kerongkongan atau dimana mukosa esofagus mengalami peradangan.

Mungkin yang anda hanya sering mendengar tentang sakit radang, esofagus atau kerongkongan merupakan organ berbentuk pipa yang menyalurkan makanan dari mulut ke lambung, esofagitis dapat menimbulkan rasa sakit dan kesulitan saat menelan, serta rasa perih di dada.

Berapa lama kira – kira penyembuhan esofagitis tergantung dari penyebabnya dan kekebalan tubuh penderita atau si pasien, penderita esofagitis dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat sembuh setelah menjalani pengobatan selama 2-4 minggu, dengan kata lain jika imun tubuh anda baik, maka bisa dikatakan penyembuhan bisa cepat.

Penyakit esofagitis dapat menjadi sangat berbahaya jika tidak ditangani secara serius, karena akan merusak jaringan esofagus sehingga menimbulkan luka atau penyempitan pada kerongkongan, Esofagitis juga dapat menyebabkan penyakit Barrett’s esophagus, yang akan meningkatkan risiko terjadinya kanker kerongkongan.

Penyakit ini secara umum lebih sering ditemui pada orang dewasa dan kondisi ini sangat jarang sekali terjadi pada anak-anak, jenis esofagitis yang paling umum adalah jenis yang terkait dengan refluks esofagus, gejalanya terjadi setiap bulan sekitar 33 – 44% dari populasi umum, hingga 10% orang dengan gejala harian.

Esofagitis bisa terjadi karena adanya peradangan pada kerongkongan atau esofagus dan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah refluks atau naiknya asam lambung ke kerongkongan, kondisi ini disebabkan pula oleh gangguan katup yang mana berfungsi menahan isi lambung agar tidak naik ke kerongkongan.

Kemudian karena alergi, atau lebih tepatnya karena konsentrasi sel darah putih yang tinggi di esofagus,kondisi ini bisa terjadi akibat reaksi alergi yang dipicu oleh makanan tertentu, seperti gandum, telur, kacang kedelai, susu, atau daging sapi, tetapi selain makanan, reaksi alergi yang menimbulkan esofagitis juga dapat timbul karena debu, sayangnya tes alergi konvensional tidak dapat mendeteksi peyebab ini.

Selanjutnya adalah karena Infeksi, kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur pada jaringan esofagus, infeksi pada kerongkongan terutama bisa terjadi pada pasien yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti pasien HIV, kanker, atau diabetes.

Lalu obat-obatan juga bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit ini, beberapa jenis obat, seperti antibiotik atau obat pereda nyeri, dapat menimbulkan peradangan pada esofagus jika terlalu lama berada di kerongkongan, peradangan esofagus juga dapat dipicu oleh kebiasaan menelan obat tanpa air, jika obat menempel dengan lapisan esofagus dalam waktu yang lama maka dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Penyebab kondisi di atas adalah kondisi esofagus yang tidak biasa, yang dimana ada peningkatan jumlah limfosit di lapisan esofagus, dan dapat menimbulkan gejala seperti nyeri pada bagian ulu hati, sulit menelan dan rasa terbakar di ulu hati.

Selain penyebab yang sudah disebutkan di atas, ada juga beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami esofagitis yaitu, memiliki anggota keluarga yang menderita esofagitis, menderita penyakit alergi, seperti asma atau rinitis alergi, sudah berusia lanjut, sangat menyukai atau gemar mengonsumsi makanan berlemak atau makan dalam porsi besar karena mengonsumsi makanan berlemak selain menimbulkan kolesterol juga dapat berisiko esofagitis.

Selanjutnya mengonsumsi alkohol, kafein, cokelat, atau makanan dengan rasa mint secara berlebihan, dan memiliki kebiasaan langsung tidur usai makan usahakan bergerak atau tidak langsung tidur setelah selesai makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *