Transmisi Matic Pada Mobil

http://www.mobil88.astra.co.id/info/berita/baca/2632/Tips-Mengendarai-Mobil-Matic-Bagi-Pemula

Jika kita ingin menggunakan mobil menggunakan transmisi automatic, maka ini sebenarnya sesuatu yang kita semua pasti harus tahu sebelum menjalankan kendaraan tersebut. Seringnya terjadi kemacetan di kota – kota besar yang ada di Indonesia, mendorong masyarakat beralih ke mobil yang menggunakan transmisi otomatis. Kecendrungan penggunaan mobil transmisi otomatis http://www.mobil88.astra.co.id/info/berita/baca/2632/Tips-Mengendarai-Mobil-Matic-Bagi-Pemula, setiap tahun mengalami peningkatan. Khusus pada mobil mewah, sebagian besar telah menggunakan transmisi otomatis. Lalu seperti apa cara kerja transmisi otomatis mobil? Sama tujuannya dengan mobil transmisi manual, transmisi otomatis juga bertujuan memberikan pengemudi berbagai macam jenis percepatan yang diinginkan. Hal ini karena adanya rentang tenaga dan rentang putaran mesin, yang terbatas dari mesin mobil. Tanpa adanya gigi transmisi, maka kecepatan mobil akan dibatasi oleh satu rasio gigi saja. Hal ini akan membuat pengemudi kesusahan, untuk mendapatkan kecepatan mobil yang diinginkan.

Sebagai salah satu contoh, pada saat anda mengendari mobil dengan transmisi manual dan hanya menggunakan gigi 2. Akselerasi mobil akan berkurang, setelah mobil mencapai batas dari putaran mesin (jarum pada RPM sudah di garis merah), mobil akan susah untuk menambah kecepatan. Dengan adanya gigi transmisi pada mobil, pengemudi mobil transmisi manual dapat memindahkan gigi transmisi pada mobil yang dikendarai, yang memiliki rasio gigi berbeda – beda. Hal ini tentunya akan memudahkan pengemudi mendapatkan kecepatan yang diinginkan, tanpa melebihi dari kemampuan putaran mesin. Namun disaat anda mengemudikan mobil transmisi otomatis, terlihat perbedaan signifikan dengan mobil transmisi manual. Tidak ada pedal kopling dan tidak ada tuas perpindahan gigi transmisi pada mobil transmisi otomatis. Banyak orang belum bisa membedakan antara perbedaan mobil transmisi otomatis jenis AT – Torque Converters dengan transmisi otomatis CVT. Walaupun kedua sistem AT – Torque Converters dan CVT pada mobil transmisi otomatis, memiliki tujuan yang sama. Yaitu bertujuan membebaskan pengemudi dalam mengendalikan kopling dan tuas perseneling transmisi.

Antara AT – Torque Converters dengan CVT, kedua sistem ini memiliki konsep dan cara kerja yang berbeda. Tentunya antara sistem AT – Torque Converters dengan CVT, memiliki keungulan dan kekurangan masing-masing. Mari kita simak perbedaannya di bawah ini, antara sistem transmisi otomatis AT (Torque Converters) VS CVT. Mobil dengan transmisi otomatis CVT, menggunakan perangkat puli dan sabuk baja pada komponen utama pengggerak transmisi. Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin. Hal ini membuat mobil yang menggunakan transmisi otomatis CVT, perpindahan gigi sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, hentakan saat perpindahan gigi juga sangat kecil. Kelebihan lain dari mobil transmisi otomatis menggunakan CVT, pengemudi tidak memerlukan RPM tinggi, untuk mendapatkan tenaga besar, tentunya dengan pemakaian normal seperti di dalam kota. Dengan RPM mobil yang jarang tinggi, membuat mobil dengan transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.

Contoh mobil dengan transmisi CVT yang ada di Indonesia seperti, Honda Mobilio, Toyota Prius Hybrid dan All New Camry. Sebagian besar mobil Hybrid, telah menggunakan transmisi CVT, karena lebih halus dan irit bahan bakar. Pada mobil Hybrid, akselerasi yang kurang responsif tidak terjadi, berbeda dengan mobil non Hybrid yang menggunakan transmisi CVT. Karena pada mobil Hybrid, juga menggunakan motor elektrik bertenaga baterai, membantu mobil dalam berakselerasi. Salah satu mobil Hybrid terbaik di Indonesia saat ini dengan transmisi otomatis CVT adalah Toyota Camry Hybrid. Lalu seperti apa rasanya mengendari mobil dengan transmisi otomatis CVT? Jika anda pernah mengendari sepeda motor matik jenis Honda Vario atau Yamaha Xeon GT 125, seperti inilah rasanya. Tapi pada mobil transmisi CVT, memiliki sistem yang lebih komplex dibandingkan dengan sepeda motor. Bagi pengemudi yang suka akselerasi cepat, pasti akan merasa tidak puas dengan mengemudikan mobil menggunakan transmisi CVT dan lebih suka mobil transmisi otomatis jenis AT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *